43 Anggota DPR Minta Suaka Ke Australia
Jakarta, SopOtak. Menyusul keberhasilan 43 warga Papua peminta suaka yang mendapatkan visa khusus di Australia, 43 anggota DPR Indonesia hari ini mendarat di pantai utara Australia untuk melakukan hal yang sama. Menurut juru bicara mereka yang hanya ingin dikenali sebagai Mbah Kardjo, mereka berangkat dari pantai Cilacap dengan perahu kayu pinjaman Pemda setempat dengan alasan ingin melakukan napak tilas para peminta suaka Papua yang sudah sampai di sana.
“Kami merasa dizalimi sebagai wakil rakyat!” tutur Mbah Karjo, yang berasal dari Fraksi Partai Demonstrasi Indonesia Perjuangan, ketika ditanyakan apa alasan mereka meminta suaka ke negeri Kanguru itu. Hal itu juga nampak dari spanduk-spanduk yang mereka bentangkan saat ditemukan polisi pantai Australia tengah terkatung-katung beberapa kilometer lepas pantai Australia karena kehabisan bahan bakar yang dikorup oleh pemilik kapal. “Indonesian goperment is violeting humen raits!” demikian salah satu spanduk yang diusung oleh seorang anggota DPR lainnya dari Fraksi Kebingitan Rakyat, Ependi KokIri dengan bangga. “Saya yang nulis sendiri lho ini spanduknya” katanya nyengir bangga.
Memperkuat pendapat rekan-rekannya, anggota DPR yang lain, Tulang Bahagia Bukanmain dari Fraksi Golongan Karikatur, menyatakan mereka sudah stress berat karena tidak pernah dihargai sebagai wakil rakyat. “Kami sedih, mister. Mau memperjuangkan rakyat kok malah dihina-dina. Macam mana ini negara..”. Tulang Bahagia mencontohkan bagaimana rakyat dan pemerintah terus menghujat ketika mereka beberapa kali melakukan Studi Banding ke luar negeri. “Padahal itu untuk kepentingan rakyat” kata anggota yang lain lagi, Jaka Susila dari Fraksi Repotmasih sambil membenahi rambut gondrongnya.
Menanggapi hal ini, PM Australia Jon Dower menyatakan akan mempertimbangkan masalah ini. “Saya tidak mau digambarkan di karikatur sebagai anjing kawin lagi” katanya mengingatkan pada kasus perang karikatur antara kedua negara sewaktu kasus peminta suaka Papua ramai dibicarakan. Hal serupa juga diamini oleh Presiden Indonesia, SusehLo Banget Youdontknow. Kedua pemimpin sepakat untuk membicarakan masalah ini dengan jalur dialog dan tidak grusa grusu seperti sebelumnya.
Mengenai kemungkinan para anggota DPR pencari suaka ini akan mendapatkan visa khusus seperti para pencari suaka Papua, PM Jon Dower mengatakan pihaknya cenderung menolak, tapi itu nanti terserah pihak terkait. Mengapa PM Dower menolak? “Lha, presiden SusehLo aja kewalahan sama mereka, apalagi saya…!” (PK)
