Sapi’i Jalal: Media Jangan Suka Bikin Otak Rakyat Ngebul
Jakarta, SopOtak. “Media jangan suka bikin otak rakyat ngebul !” Demikian pernyataan Menteri Urusan GAM (Gabungan Aneka Media), Sapi’i Jalal saat menghadiri peluncuran Sop Otak, media online baru yang mengklaim sebagai Media Paling Tidak Terpercaya. Media sekarang ini, lanjut Menteri Jalal, banyak yang kerjanya ibarat kompor kebanyakan minyak. Kerjanya cuma manas-manasin rakyat.
Menanggapi pernyataan ini, pengamat politik Cecep Sapruloh Malakiano menolak anggapan bahwa media adalah biang keladi dalam memanas-manasi rakyat. Berbagai peristiwa yang terjadi, kata Cecep, sudah cukup membuat otak rakyat ngebul. Media cuma memberitakan saja. Jadi, tegasnya, pemerintah lah yang harus menyajikan peristiwa yang ketika diliput di media tidak membuat otak rakyat ngebul.
Sementara itu dalam kata sambutannya, Pak Haji Kumis, pengusaha sop kambing terkenal yang juga pemimpin redaksi Sop Otak menyambut baik himbauan Pak Menteri Jalal dan Pengamat Politik Cecep. Karena itulah media yang dipimpinnya itu mengusung motto: “Berita Ngibul Yang Tidak Bikin Otak Ngebul“. SopOtak katanya ingin membuat rakyat senyum sejenak dan melupakan semua keanehan yang terjadi di sekitarnya. Adalah tugas SopOtak untuk menyeimbangkannya dengan berita-berita ngibul yang memang tak dapat dipercaya, tapi tak akan bikin otak ngebul.
Ketika ditanyai adakah pendirian media baru ini ada hubungannya dengan upaya menggalang dukungan massa untuk dengan pemilu 2009 yang kini jadi trend, Pak Haji Kumis hanya nyengir. Namun ketika didesak lebih jauh, ia mengatakan tidak berambisi jadi presiden karena gajinya cuma 85 juta perbulan apalagi anggota DPR yang cuma 50 juta perbulan. Omzet bisnis jualan sop kambingnya saja sudah ratusan juta perbulan. Namun ia tidak menampik bahwa media barunya ini dimaksudkan untuk menggalang massa. “Massa pembeli sop kambing saya, mas..!” katanya sambil kembali nyengir memamerkan deretan gigi emasnya yang penuh berlapis nikotin. Sementara kepada para politisi Pak Haji Kumis cuma berpesan bahwa lebih terhormat kena stroke karena kebanyakan makan sop kambing ketimbang karena stroke akibat kebanyakan makan uang rakyat. (PK)
